“Kalau cuma buat kopi sama croissant, Jakarta juga ada,” sambat Bian. “Ngapain kek gitu yang lebih seru.” “Namanya juga experience, Bian,” sahut Kak Sofi. “Habis kita cobain, terserah lo deh mau ngapain.” “Kak Sofi dan Kak Amanda ikut tapi?” “Kalau seru bolehlah.” Bian mendecak. “Sama Papi aja. Emang Bian mau ngapain?” tanya Papi. “Belum tau sih, Pi. Ini lagi browsing,” jawab adikku. “Memangnya Papi boleh nggak ikut ngumpul?” “Boleh aja. Palingan Bian yang ditelponin Oma Opa.” Waktu terasa berjalan cepat. Dan hariku terasa lebih berwarna kini. Mungkin... karena chat yang makin sering, kehadiran Kang Iyal yang entah bagaimana selalu ada di sela-sela hariku, dan perasaan… yang mulai sulit kupinggirkan. Sabtu ini, Kang Iyal masih sibuk di klinik, sementara rasanya tak mungkin aku men

