BAB 33

1952 Kata

“Gue kepo lo ngomong apa sama Zoya sampai akhirnya dia berubah pikiran dan sikap,” ujar Noura sambil memastikan tak ada barangnya yang tertinggal di kamar ini. Pagi ketiga di Kyrgyzstan, hari keempat perjalanan. Aku menurunkan ponsel, berhenti memotret pemandangan pagi Bishkek dari balik jendela. Lalu menoleh ke teman sekamarku itu. “Berubah sikap, Kak?” balasku. Noura menghentikan kesibukannya sejenak, menatapku. Ia mengangguk. “Kan sejak di SoeTa kelihatan banget kalau dia kayak males gitu berbaur.” Ia menaikturunkan bahu singkat. “Kalau pengen nyendiri kenapa juga ikutan group trip.” “Karena lebih murah, Kak. Dan berhubung perginya sama orang-orang yang nggak dia kenal, dia mungkin mikir nggak perlu mengakrabkan diri.” “Bisa jadi sih.” Noura kembali ke kopernya. “So, lo bilang apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN