“Sudah sampai, nak?” “Sudah, Pa. Sepuluh menit yang lalu.” Aku memeluk tubuhku sendiri dengan satu tangan. Ruang tunggu lantai tertinggi rumah sakit ini entah kenapa terasa begitu dingin. “Sudah ketemu HRD-nya?” “Baru staf aja, Pa. HoD dan Kepala Unit-nya sih belum.” Aku menoleh ke balik bahuku, menatap area hijau yang begitu asri, seolah bersinggungan langsung dengan cakrawala. “Iyal baru lihat langsung sky garden-nya RSPI, Pa,” gumamku kemudian. “Memangnya nggak pernah salat di masjidnya?” “Nggak, Pa. Yang pernah di musolanya.” “Kalau musola kan ada di tiap lantai.” “Iya, Pa.” “Sky garden itu sebelahan sama masjidnya. Tapi yang bisa akses ke taman hanya staf RSPI dan Raiden Holdings.” “Salah satunya Iyal insya Allah, Pa.” “Aamiin,” tanggap Papa. “Kepingin banget kerja di sit

