“Ndri, aduuuuh aku mau dibawa kemana?” seruku saat tersadar jika lelaki di depanku sedang membawaku melaju di atas Nmax-nya ke ruas jalan yang sama sekali tidak aku kenali. “Ke hutan, Sayang,” balas Andri dengan santainya sepertinya sambil tersenyum. “Ih Gila! Ini udah jam setengah delapan Ndri!” “Lah Reza udah ngasih ijin mau pulang jama berapa aja boleh kan?” “Ndri, please ini mau kemana? Aku gak mau ah kalau kamu jadi aneh begini.” “Aneh gimana? Kamu percaya gak, gak ada seorang lelaki pun yang mau mencelakakan wanita yang dicintainya.” “Gombal!” “Heheh, gombal tanda cintakan? Mana ada cowok mau ngegombalin cewek yang gak disukainya.” “Alah, banyak alesan!” “Nah, dari tadi gitu memeluk, kan mesra jadinya, berasa deh jadi suaminya, hehehe.” “Adaaaaw!” Perjalanan mulai memasuk