Selama ini semua baik-baik saja. Aku hidup dengan baik. Ada Papa, Bunda, Kak Kay, Kak Quin, Shawn, dan Jalen yang amat menyayangi dan menjagaku. Keluarga yang lain juga sangat sayang padaku. Kehidupan mewah, pendidikan yang cukup, lingkungan yang luar biaas. Aku dapatkan semuanya. Dan kini ketika Tuhan memberikan ujian padaku, rasanya seperti aku dihempaskan hingga tak mampu untuk sekedar menarik napas. Bukan Tuhan yang jahat, tapi aku yang tidak siap? Apa selama ini aku terlalu bangga kalau hidupku akan selamanya sempurna hingga lupa kalau batas antara bahagia dan sedih itu sebenarnya sangatlah tipis? Ya Tuhan, tolong tetap jaga kewarasanku. Aku melepaskan mukena kemudian menarik napas dalam. "Siapa yang sakit, Mbak?" pertanyaan seorang wanita menarik perhatianku. Wanita itu masih m

