SH - 54

1809 Kata

Dari semua kesulitan yang pernah aku alami di dalam hidup ini, mungkin ini adalah kesulitan yang paling berat. Dadaku terasa sesak dan kepalaku dipenuhi oleh berbagai dugaan setiap harinya. Aku sudah mencoba untuk terus positif thinking seperti yang orang-orang katakan. Tapi percayalah, saat kamu berada di situasi itu, rasanya sangat sulit sekali untuk tetap berpikiran baik sepanjang hari.  Aku dan Namira sedang menuju kantin rumah sakit untuk makan. Perutku memang sudah berbunyi sejak tadi. Sebenarnya aku tidak lapar tapi sepertinya anak di dalam perutku yang butuh makan. Ya, aku memang pantas untuk dipukul. Bagaimana bisa aku mengabaikan janin di dalam perutku. Dia sedang bertumbuh dan jelas sangat membutuhkan gizi. Tapi aku malah fokus pada kesedihanku sendiri.  "Kakak makan apa?" Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN