"Kamu lagi mikirin apa?" "Hah? Oh nggak ada.." "Yas, jangan bohong. Aku tau kamu lagi mikirin sesuatu. Cerita sama aku." Aku menatap mata Al. Rasanya ingin jujur tapi tak berani. Aku kembali menggeleng. "Beneran nggak ada, Al." Al menghembuskan napas pelan. "Aku kenal kamu bukan sehari dua hari, Yas. Jangan bohong sama aku." Aku terdiam. "Kamu nggak mau berbagi sama aku?" "Al, bukan gitu." "Jadi ada apa?" Aku kembali membisu. Aku ragu apa harus memberitahukan Al tentang ini. "Yas, ada apa? Jangan bikin aku khawatir.." Al meraih tanganku. "Al.. kenapa kamu nggak mau didonorin sumsum tulang sama Jada?" Seperti yang sudah aku tebak, raut wajah Al langsung berubah seketika. "Nggak, aku nggak mau." "Kenapa, Al?" "Nggak ada alasan. Aku nggak mau aja." Aku menghela

