Apa memang aku saja yang terlalu sensitif? Setelah tidur semalaman dan bangun di pagi hari, aku mulai intropeksi diri. Aku tak pernah seperti ini selama ini. Setelah aku pikir-pikir, harusnya aku tak begini pada Al. Saat ini kondisi Al sangat lemah. Dia sangat membutuhkan dukunganku dariku. "Yas, semangat. Jangan kayak anak-anak. Kamu udah dewasa dan jangan nambah beban pikiran Al." Pagi ini Winter datang lagi. Ya dia harus melakukan pemeriksaan pada Al. Aku mencoba bersikap biasa dan tidak memikirkan yang aneh-aneh. Winter hanya dokter yang kebetulan adalah teman baik Al. Lagipula Al sudah memberitahuku kalau Winter hanya seorang teman baik dan tidak lebih. Aku harus percaya pada Al. Sepertinya hormon hamil benar-benar membuat aku berpikir terlalu jauh. "Sorry." "Ya?" Winter men

