"Papa mau ngomong apa?" Jantungku berdebar. Sisa emosi kejadian tadi saja belum habis. Kini semua orang terlihat semakin serius. Papa terlihat menarik napas dalam. "Min, ini soal pengobatan Al." "Pengobatan Al?" Aku tak sabar menunggu Papa selesai bicara. Aku ketakutan setengah mati jika sesuatu berhubungan dengan Al. Semua amarah tadi lenyap seketika begitu masalah kesehatan Al diangkat ke permukaan. "Papa dan Ayah udah berunding dengan tim dokter. Jadi ada solusi untuk pengobatan Al. Solusi yang lebih baik, yaitu dengan stem cell." Papa kemudian menjelaskan padaku bagaimana cara kerja transplantasi stem cell atau yang lebih dikenal dengan nama sel punca. Aku pernah mendengar tentang ini tapi tak begitu tahu. Papa mengatakan kalau metode pengobatan dengan stem cell sudah mulai banya

