She is back. Akhirnya Jada benar-benar kembali. Hampir dua minggu menunggu akhirnya Jada benar-benar kembali. Aku tak tahu kenapa debaran jantungku menggila saat kami menjemput Jada ke bandara. Tidak ada Al. Suamiku itu ada pertemuan penting yang tak bisa ditunda. Begitu juga dengan Ayah Denis. Jadi aku ke bandara bersama Mama Nadin dan juga Bunda. Informasi kedatangan pesawat Jada sudah diumumkan sejak beberapa menit yang lalu. Kemungkinan Jada masih menunggu bagasinya. Rasanya aku sudah tak sabar untuk segera bertemu Jada. Aku rindu padanya. "Dingin banget tangan kamu." Aku menoleh pada Bunda dan tersenyum. Bunda balas tersenyum dan menepuk bahuku pelan. Bunda tahu bagaimana cara menenangkanku. Tak lama kemudian orang yang kami tunggu-tunggu pun datang. Waktu terasa bergerak sang

