Aku tak tahu bagaimana cara bicara dengan Al. Aku jarang melihat Al marah. Apalagi sampai meledak seperti tadi. Al itu biasanya lebih banyak diam kalau dia sedang kesal atau marah. Jujur saja, tadi pertama kali aku mendengar suara Al setinggi itu. Apa masalah antara Al dan Jada sampai Al harus bicara dengan intonasi setinggi itu pada adik semata wayangnya itu? Ini bahkan belum 24 jam Jada sampai. Ya Tuhan. Aku mengikuti langkah Al dalam diam. Rumah ini terasa dingin sekali. Al langsung menuju kamar dan aku hanya bisa mengekorinya tanpa berani bicara. Akhirnya aku hanya bisa memandangi saja saat Al masuk ke dalam kamar mandi. "Hufttt..." tak ada yang bisa aku lakukan selain menghembuskan napas pasrah. Aku harus apa? Apakah aku harus bertanya pada Al? Atau apa aku harus-- PRANGGG..

