"Kak Min, Kakak lagi hamil ya?" tanya Jada tiba-tiba. Dan aku tersedak. Panasnya menjalar ke hidung dan percayalah rasanya sangat tidak enak. Dila dan Jada bergegas mengulurkan air padaku. Hidung rasanya seperti terbakar. "Sorry Kak, ya ampun sampe tersedak." Aku berikan adik iparku itu gelengan. Ya ampun, Jada, kenapa tiba-tiba menyebut soal---hmm "Tadi kamu ngomong apa?" "Hamil. Kayaknya Kakak hamil dan sekarang lagi ngidam." Aku terdiam dan refleks menoleh pada Dila. Kami saling pandang dan bicara lewat mata. "Biar jelas kita ke rumah sakit aja, aku temenin Kakak," Jada mengusulkan. Ke rumah sakit? Cek kehamilan? Aku.. aku tidak berani. "Ayo..." "Hm, tapi Kakak takut." "Takut kenapa?" Aku menarik napas dalam. "Takut nggak sesuai sama harapan." Jada menghela napasn

