Halim langsung berlari, bahkan membuka pintu mobil super car milik Hamish sebelum mobil benar-benar berhenti. Hamish sampai mengelus dadanya saja lihat tingkah kembarannya. Halim menaiki anak tangga satu persatu dengan langkah lebar, bahkan langsung melewati dua tangga sekaligus. Hamish mengikutinya di belakang. Seorang pekerja membukakan pintu. “Di mana yang lain?” “Di ruang tengah.” Beritahunya. Halim berlari cepat, hingga menemukan Ayah sedang memangku Felora. Sementara Bunda duduk tak jauh dari sana. Hanya Kikan yang tidak terlihat. Atensi semua mata tertuju padanya, hingga kemudian Felora melompat turun. “Ayah, kejutan!” katanya dengan polos. Amira dan Kaflin tersenyum, Halim menghela napas dalam-dalam, cukup mengatur napasnya yang bahkan lari tadi untuk sampai sana. Felora