"Kamu tunggu di sini sebentar, aku mau beli korek gas dulu." Jenggala sudah berdiri tapi Jelita memegang lengannya. "Jangan lama-lama." Jenggala mengusak kepala Jelita, "Nggak akan lama kok." Jenggala pergi meninggalkan Jelita. Sebenarnya Jenggala bukan membeli korek gas tapi dia ingin melihat siapa orang yang sedari tadi membuntuti mereka. Dengan bersembunyi di semak-semak Jenggala memperhatikan orang itu yang keluar dari persembunyiannya. Senyum sinis tersungging di bibirnya. Sudah di katakan bukan jika Jenggala tahu siapa orang yang meneror Jelita. Kita lihat akan di apakan Jelita. Tidak lama orang itu menutup hidung Jelita. Jelita meronta dan hanya beberapa detik gadis itu sudah pingsan. Jenggala menghela napas, tidak tahu alasannya kenapa Jelita yang menjadi sasarannya. Bukanka

