Arsen yang menatap pada ibunya yang sudah heboh dengan pernikahannya bersama Anna. Ia merasa ingin semuanya menjadi cepat kelar dan pernikahan ini dibatalkan. Ya. Dia sudah tidak sabar untuk melihat Anna yang menangis karena pernikahan yang dinanti oleh wanita itu harus batal begitu saja. “Arsen! Kenapa kau masih tenang?! Cepat ganti pakaianmu. Kau harus berjalan menuju altar.” Titah Alera, berkacak pinggang di depan putranya. Arsen mendengar itu dengan malas berdiri. Pemberkatan pernikahan mereka tidak jadi dilakukan di dalam gereja. Arsen mengusulkan sendiri pada Anna, untuk membuat pemberkatan pernikahan mereka di halaman belakang hotel. Secara out dor. Sesuai ia menuruti apa yang dimau oleh Kevan. Kevan tidak mau membuat kekacauan di rumah Tuhan katanya. Padahal sama saja. Tetapi