"Desi belum terima Kakak jadi calon suami Desi ya!" "Memang kamu bisa menolak?" "tentu bi--hmmmppp..." Gama membungkam bibir Desi dengan menjepit bibir wanita inimenggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya. "Kamu tidak akan bisa menolak sampai kapan pun, Honey..karena ini perintah dari Tuan Ali Subrata..." bisik Gama sambil tersenyum miring, karena sangat tahu jika calon istrinya ini tak bisa membantah ucapan Ali Subrata. Gama membebaskan bibir wanita ini dari jarinya, dan detik selanjutnya, melumat singkat bibir tebal yang sudah menjadi candunya ini. Desi membelalakkan mata terkejut dan menatap Gama tak percaya. "Kakak selalu aja m3sum di mana pun berada!" "Hhmm..gimana ya__" Gama menggantungkan ucapannya sambil mengusap tengkuknya dan menatap Desi dalam, "__di mana pun kamu berada, r

