117

1024 Kata

Mansion Ararya malam itu diselimuti kesunyian yang mewah. Cahaya lampu gantung kristal di ruang tengah telah diredupkan, menyisakan keremangan yang damai di kamar utama. Amindita terlelap sangat pulas. Kelelahan setelah proses persalinan yang panjang dan hari-hari penuh kunjungan keluarga di rumah sakit benar-benar menguras tenaganya. Di sisi tempat tidur, sebuah baby box kayu jati yang dipesan khusus oleh Praditya menjadi pusat perhatian seorang pria dewasa itu. Oek... Oeeek... Suara tangis yang tipis dan melengking itu memecah sunyi. Praditya, yang memang sedari tadi hanya tidur-tidur ayam—dengan sebelah matanya selalu terbuka untuk berjaga-jaga—langsung terjaga sepenuhnya. Ia bergerak secepat kilat, bukan karena terburu-buru, tapi karena refleks sensitifnya yang luar biasa. Tangann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN