116

1168 Kata

Suasana tenang di ruang VVIP yang tadinya hanya diisi oleh suara napas teratur Lilika, mendadak berubah saat pintu ruang rawat diketuk dua kali dengan ritme yang tegas. Tanpa menunggu jawaban, pintu terbuka lebar, menampakkan dua pria paruh baya yang aura wibawanya mampu membuat ruangan terasa menyempit. Mahendra Ararya, dengan setelan jas hitam yang rapi meski sudah tidak lagi aktif di pucuk pimpinan, berjalan untuk masuk ke ruang rawat itu. Di sampingnya, Brotoadmojo, ayah Amindita yang selalu terlihat tenang dwngan penampilan sederhananya namun memiliki tatapan tajam, mengikuti dengan langkah yang tak kalah mantap. Praditya yang sedang menimang Lilika langsung berdiri tegak. "Pa? Ayah? Kok langsung ke sini? Katanya baru sampai nanti sore?" Mahendra tidak memedulikan pertanyaan putran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN