Praditya mencengkeram lengan baju Rayan, mencoba mengais sisa kekuatan dari untaian kata sahabatnya itu. Namun, belum sempat Praditya menstabilkan napasnya, suara gesekan pintu kaca pembatas IGD yang dibuka dengan kasar seketika mengalihkan seluruh atensi di koridor tersebut. Sreeet! Dokter kepala IGD keluar dari bilik resusitasi bersama seorang dokter spesialis kandungan (obgyn) yang baru saja turun dari lantai atas. Wajah kedua dokter senior itu tampak teramat serius dan tegang, menyiratkan bahwa kondisi di dalam tidak sedang baik-baik saja. Melihat ekspresi itu, Praditya langsung menyentak tangan Rayan dan bangkit untuk berdiri secepat kilat. Langkahnya terhuyung maju, mencengkeram kerah jas putih dokter kepala dengan kepanikan yang sudah mencapai ambang batas. "Bagaimana istri saya

