Malam harinya, setelah memastikan kondisi Amindita benar-benar aman dan tertidur pulas di ruang VVIP rumah sakit dengan penjagaan berlapis, Praditya kembali ke mansion. Namun, tujuannya kali ini bukan untuk beristirahat. Langkah kaki tegapnya membawanya menyusuri lorong remang-remang di bagian paling belakang mansion, menuju sebuah pintu baja tebal yang menyembunyikan akses ke ruang bawah tanah. Tempat itu adalah sebuah gudang terbengkalai yang kedap suara, dingin, dan jauh dari jangkauan siapa pun. Tempat yang biasa digunakan untuk memberi 'pelajaran' bagi siapa saja yang berani mengusik ketenangan keluarga Ararya. Di depan pintu baja tersebut, dua orang pria berbadan tegap dengan setelan hitam langsung membungkuk hormat begitu melihat aura kematian yang menguar dari tubuh sang CEO. Sal

