‘Kamu jangan khawatir, Ibu selalu ada di setiap langkah kamu, Key.’ ‘Ibu ngga akan pergi, Ibu akan terus damping kamu sampai kapanpun. Selama Ibu masih ada, kamu akan baik-baik aja.’ ‘Bisa liat kamu setiap hari aja Ibu udah tenang.’ Kata demi kata yang selalu Airin lontarkan terus berputar di kepala Keyra. Sekuat tenaga wanita itu berlari dari parkiran, lalu masuk ke dalam rumah sakit. Air matanya terus berderai, jantungnya berdegup kencang. Selama diperjalanan menuju rumah sakit Keyra selalu menepis kabar yang tadi dia dapati. Itu semua tidak mungkin, ibunya pasti baik-baik saja. Banyak pasang mata yang menatap Keyra dengan bingung dan juga iba. Karena mereka berfikir, siapapun yang menangis histeris di rumah sakit pasti habis mendapat kabar kurang mengenakkan. Keyra tidak sendiri, Bi

