"Seharusnya kamu ngga perlu antar aku, toh aku bisa bawa mobil sendiri." "Its okay, Keyra, ngga masalah. Biar nanti sore pulangnya aku jemput." Keyra terdiam, menatap sosok Rafael di sampingnya. Terhitung sudah satu minggu lamanya mereka intens berkomunikasi. Awalnya Keyra ragu untuk melanjutkan, tapi disisi lain Airin terus memaksa. Karena itulah yang membuat Keyra mau tidak mau tetap maju. Selain itu sudah seminggu ini juga kantor sedang heboh karena batalnya pernikahan Bian dan Devinka. Ah, untuk masalah itu Keyra tidak mau ikut campur. Lagipula bukan urusannya. Akan tetapi dibalik gosip panas itu Keyra sedikit bisa bernapas lega karena Bian tidak mendekat. Jangankan mendekat, komunikasi saja tidak. Keyra sangat berharap kalau sikap Bian tetap seperti itu selamanya. Melihat wanita d

