Pukul malam tiba pria itu baru kembali. Zia yang sejak tadi menunggu akhirnya ketiduran. Namun ketika Dirga menciumnya, Zia baru terbangun dan sontak bertanya. "Bagaimana, bagaimana?" tanya Zia. Dirga menautkan kedua alisnya, "Maksudmu?" Ishhh kingkong tua ini! Berjam-jam aku menunggu dan sekarang kau malah bertanya aku maksudku? Cep, cep. Sepertinya efek tua menjadi dia sedikit oon ya, hihi. "Kau mengumpatku!" Zia terlonjak, menggeleng kuat. "Tidak! Sotoy!" "Sotoy?" Lagi dan lagi dahi Dirga berkerut. Kata apa itu! Aelah, Tuan. Jangan bilang kau tidak tahu kata itu. Kata itu yang selalu terngiang-ngiang di telingaku ketika aku kecil dulu. Apalagi sama bersama Lia. Oh, ya. Menyebut nama Lia, Zia kembali penasaran. "Bagaimana dengan Lee tadi?" tanya Zia dengan pertanyaan yang lebih

