"Kakak!" wajah Ambar berbinar. Apalagi saat langkah Dirga semakin mendekatinya. Kan, sudah kubilang dia tidak akan bisa meninggalkanku hanya karena wanita sialan itu. Kata Ambar dalam hati. Namun senyum Ambar lagi dan lagi pudar seketika tatkala Dirga menampar wajahnya, dengan sangat keras. Plak! Tamparan keras itu sampai menembus relung hati ambar, ditambah dengan kata-kata yang dilontarkan pria itu. "Wanita gila! Pesakitan! Aku menyesal telah menyentuhmu!" kata Dirga dengan nada tinggi. "Kau tahu aku jadi ikut gila gara-gara kamu! Pergi dari hadapanku!" Kata Dirga lagi sampai membuat Ambar telonjak. Namun siluet Dirga yang tampan itu tiba-tiba menghilang, dibawa angin. Hanya ada pemandangan air laut yang sejak tadi menatapnya. Ambar menyentuh dadanya yang bergemuruh. Sial, ternya

