"Apa yang kau lakukan pada Zia?" Baru saja sampai, Dirga langsung mencengkram wajah Ambar. Dengan sangat kuat dan kencang. "Lak-lakukan apa maksudmu, Kak?" tanya Ambar terbata, air mukanya menunjukan ekspresi sedih. Dirinya terkejut sekaligus takut Dirga tiba-tiba datang menyentaknya. "Apa yang kau lakukan pada Ziaku!" sentak Dirga lagi. Dalam hati Ambar berdecih, dia fikir Dirga lari karena cemas padanya tadi. Kemudian akan lari memeluk dan bertanya keadaannya. Ternyata hanya wanita lemah dan cengeng itu yang ada di dalam otaknya. "Apa kau tahu! Dia tidak kembali sampai saat ini!" sentak Dirga memenuhi telinga Ambar. Gadis itu bahkan sampai terlonjak saking kerasnya suara Dirga. Ck! Aku bahkan berharap dia tidak pernah kembali lagi kesini! ketus Ambar dalam hati. Namun berbeda d

