Tidak ada hati yang baik-baik saja melihat sang pujaan hati ke lain hati. Bak dunia terkena bencana bahkan lebih besar dari itu. 'Buktikan lalu balaskan' Tiga kata itu yang Lia terapkan pada Zia. Membuktikan Dirga masih mencintainya atau tidak, kemudian balaskan. Apapun pembuktiannya maka balaskan. Jika mencintai maka cintailah dia lebih dari dia mencintaimu. Namun jika tidak, ikutlah bermain api seperti ia bermain api padamu. Ah tapi rasanya percuma. Jika sudah berkhianat bahkan sampai menikah bukankah itu artinya tidak lagi cinta? Entahlah. Zia bergegas, menghampiri Dirga. "Mas, tunggu!" Tanpa mau berbalik Dirga hanya diam, memberikan Zia waktu untuk bicara. Sedetik dua detik Zia terdiam gugup. Antara ingin dan tidak menyampaikan. "Jika tidak ada lagi aku akan pergi." "Mas haru

