Ide

1015 Kata

"Duda stres! Ulet keket gila!" Lia terus mengumpat, sampai terdengar oleh Zia yang masih berbaring. Ya, Lia menemui Zia di kamar Qeela. Suasana hatinya yang kesal membuat dia tidak ingin tidur di kamarnya, memilih ingin bertemu dengan Zia dan memeluk sahabatnya itu. Bukan kesal karena di marahi, tapi karena Dirga yang tidak bisa melihat mana yang baik dan benar. "Duda stress! Ulet keket gila!" Zia bangun, merangkum wajah Lia. "Li, ada apa?" "Ziaaaaa!" Lia berteriak. Memeluk dan menangis di dekapan sahabatnya. "Eh, ada apa?" tanya Zia. Namun bukannya menjawab, Lia malah semakin menangis kencang. Andai Zia melihat dan mendengar langsung ucapan Dirga tadi, Zia pasti akan lebih menangis daripada Lia saat ini. "Ada apa? Katakan padaku. Apa Sekertaris Lee mengata-ngataimu?" Lia mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN