Dirga yang baru tiba di kantor dan membuka gawai hanya untuk melihat foto Zia tiba-tiba dikejutkan dengan notif cctv yang menunjukan jika Qeela sedang berusaha masuk ke dalam markasnya. Gadis kecil itu sampai membawa semua alat hanya untuk membobol pintu dan tanpa basa basi pria itu langsung lari, meluncur ke rumahnya. "Apa yang kau lakukan pada putriku!" sentak Dirga saat pria itu sudah tiba. Menarik Qeela sedikit kasar dan mendorong tubuh Ziva hingga menghantam tembok. "Bunda!" Qeela berteriak dan hendak menolong. Namun lagi-lagi Dirga menarik putrinya. Menahan dan menguncinya. "Qeela...." Gadis yang beranama Ziva itu sudah menangis. Meratapi kehadiran Qeela yang tidak bisa ia gapai. Ziva dan Qeela menangis bersamaan, membuat Dirga sedikit diam. Ada apa ini? "Bunda...." "Qeela...."

