“Abby!!, ayo masuk rumah” jeda si om karena aku sibuk mengawasi isi garasi mobilnya. “Itu semua punya kamu?” tanyaku menunjuk ke arah garasi. Dia mengangguk. “Ada mobilmu juga, tapi belum bisa di pakai karena surat suratnya belum selesai. Dan ada satu mobil pick up yang suka di pakai pekerja yang membantuku mengurus rumah ini, karena memang di pakai untuk belanja bahan makanan, atau apa pun itu supaya tidak perlu bolak balik” jelasnya. Aku gantian mengangguk. “Ayo Abby, sudah malam. Waktunya masuk rumah” ajaknya lagi sampai menarik tanganku menuju pintu masuk rumah berwarna coklat kayu yang besar sekali, karena terbagi jadi dua daun pintu. “Selamat malam pak Drey…” sambut sejumlah pembantu rumah. Setidaknya ada 5 orang perempuan berbagai usia dari yang berusai muda sampai berusia

