Masih di moment aku bersiap di gagahi om Drey, yang statusnya pacarku. Asli deh, sudah tidak bisa lagi aku definisikan gimana perasaanku saat ini. Ada rasa jijik karena untuk pertama kalinya tubuhku di sentuh lelaki yang belum jadi suamiku. Ada rasa tegang, karena aku tidak tau akan seperti apa nantinya aku, atau akan di perlukakan seperti apa oleh si om Drey. Tapi ada rasa enak gimana gitu, karena hal seperti ini baru untukku. “Your are sweet Abby….” desis om Drey sebelum melahap sebelah kanan dadaku setelah dia puas remas dengan telapak tangannya yang besar dan setelah mulutnya puas menciumi leher, bahu dan wajahku. Dan efeknya buat aku terengah sampai limbung kalo kemudian aku harus memakai kedua tanganku untuk bertumpu ke belakang. Tapi seperti memberikan akses lebih luas lagi untuk

