Bab 94

275 Kata

Matteo terbangun dengan dahi berkerut ketika sesuatu yang kecil namun cukup kuat menendang betisnya dari balik selimut. Setengah sadar, ia menggerakkan kaki sedikit, mengira hanya salah posisi tidur. Namun tendangan itu datang lagi, lebih jelas, lebih menyebalkan. Napasnya tertahan, matanya terbuka perlahan, dan saat pandangannya menyesuaikan dengan cahaya lampu tidur yang redup, ia melihat penyebabnya. Anjing itu. Gumpalan bulu putih hitam itu kini telentang santai di antara dirinya dan Zenia, kaki-kaki kecilnya bergerak bebas seolah ranjang itu adalah arena pribadi. Salah satu kaki belakangnya tepat mengenai kaki Matteo. Rahang Matteo mengeras. Ia menatap makhluk itu dengan kesal, menahan umpatan yang hampir keluar. “Anjing sialan,” gumamnya pelan, nyaris tak bersuara. Tangannya teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN