Bab 79

2208 Kata

Matteo melangkah perlahan memasuki kamarnya. Lampu redup menyala di sudut ruangan, menyinari bayangan Zenia yang tertidur di ranjang dengan wajah yang damai, lembut, dan tanpa beban. Jam di dinding menunjukkan pukul satu pagi, dan seluruh rumah tenang kecuali suara napas Zenia yang teratur. Matteo menatap Zenia sejenak, senyumnya perlahan merekah, lembut dan hangat. Perasaan bersalah merayapi dadanya. Ia nyaris tergoda oleh Zoya, yang sebenarnya adalah Carla, dengan tipu daya dan pesonanya yang menyesatkan. Jika ia lengah sedikit saja, mungkin segala sesuatunya akan kacau. Namun, Zenia selalu hadir di sisinya, tanpa syarat, tanpa tipu daya, hanya cinta tulus yang menenangkan hatinya. Ia mendekat ke ranjang, menatap wajah Zenia dari dekat, seolah ingin menyimpan setiap detil dalam ingatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN