Zoya melangkah ke ruang Matteo dengan pakaian yang minim, setiap gerakan sengaja menggoda, menebarkan aura provokatif yang biasanya mampu menundukkan siapa pun. Namun Matteo berdiri tegak, wajahnya keras, dan tidak sedikit pun menunjukkan rasa tergoda. Matanya menyala dingin, menatap Zoya dengan jijik. Zoya tersenyum sinis, mengira Matteo akan terpancing. Ia melangkah lebih dekat, memperlihatkan dirinya dengan cara yang seolah tidak sopan, seolah memanfaatkan setiap lekuk tubuhnya untuk membuat Matteo jatuh dalam jebakannya. Matteo menghela napas panjang, menahan rasa marah yang menggelegak, dan segera menyuruh Zoya keluar. “Pergi dari sini,” kata Matteo dengan suara tegas dan dingin, tanpa sedikit pun menunjukkan kelembutan. “Aku tidak ingin melihatmu bersikap seperti ini di ruanganku.”

