Bab 67

2147 Kata

Matteo melangkah menyusuri lorong penjara dengan langkah tenang. Suara sepatu para sipir menggema, bercampur dengan bunyi pintu besi yang sesekali terbuka dan tertutup. Wajahnya datar, nyaris tanpa ekspresi, seolah tempat itu tidak memberi tekanan apa pun padanya. Padahal, jauh di dalam dadanya, ada sesuatu yang bergejolak. Bukan rasa iba. Bukan juga rasa bersalah. Lebih tepatnya, sebuah penegasan bahwa semua yang terjadi hari ini adalah konsekuensi. Carla sudah duduk di balik sekat kaca ruang besuk. Rambutnya yang dulu selalu tertata rapi kini diikat asal. Wajahnya tampak lebih kurus, tapi sorot matanya masih sama. Tajam. Penuh kebencian. Begitu melihat Matteo, bibirnya langsung terangkat miring, membentuk seringai sinis. “Lihat siapa yang datang,” ucap Carla dengan suara mengejek saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN