Bab 34

857 Kata

Zenia keluar dari toilet wanita sambil menghela napas panjang, merasa wajahnya masih panas setelah latihan yang melelahkan itu. Namun panasnya mendadak berubah menjadi bara amarah ketika ia melihat Matteo berdiri tepat di depan pintu toilet, menyandarkan bahu ke dinding dengan ekspresi seenaknya seolah itu tempat paling wajar untuk menunggu seorang wanita. “Matteo,” desis Zenia dengan tatapan tajam. “Kenapa kau berdiri di depan pintu toilet wanita?” “Aku menunggumu,” jawab Matteo santai, seolah jawabannya sangat masuk akal. “Di sini?” Zenia mengangkat alis tinggi. “Di depan pintu toilet wanita?! Kau gila?” Matteo mengangkat bahu. “Kalau aku menunggumu jauh di sana, kau bisa kabur.” “Aku tidak akan kabur!” Zenia memutar bola matanya. “Aku cuma ke toilet, bukan kabur.” “Kau bisa saja k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN