Zoya menatap dokumen yang kini berada di tangannya. Tanda tangan Matteo tampak rapi, formal, dan sah secara sekilas. Namun, di balik goresan tinta itu, Zoya tidak tahu bahwa ini bukan tanda tangan asli Matteo. “Ha… akhirnya semua berjalan seperti yang kuinginkan,” gumam Zoya pelan, matanya berbinar penuh ambisi. “Dalam beberapa hari ke depan, semua akan jatuh ke tanganku. Perusahaan, kekayaan, bahkan Matteo…” Telepon Zoya bergetar di atas meja. Pesan masuk dari bawahannya: Bawahan: “Zoya, laporan dari divisi keuangan sudah siap. Semua transaksi yang kau minta sudah dikodekan dengan aman.” Zoya tersenyum tipis. “Baik. Pastikan tidak ada jejak yang bisa mengarah padaku. Aku tidak mau Matteo atau siapa pun mencurigai ini.” Dia menaruh dokumen tanda tangan Matteo ke dalam map hitam khusu

