Seminggu setelah kunjungan ke dokter, Rey resmi bertransformasi menjadi makhluk yang berbeda. Bukan jelek. Justru sebaliknya. Tapi juga sedikit... berlebihan. Pagi -pagi sekali, bahkan sebelum ayam tetangga sempat berkokok, Rey sudah ada di dapur. Lova yang setengah sadar mendengar suara panci beradu dengan kompor, lalu aroma sesuatu yang tidak biasa menyeruak masuk ke kamar tidurnya. Lova mengerjap. Hidungnya langsung protes. Itu bau apa? Dia duduk di kasur, menatap pintu kamar yang terbuka sedikit. Perut langsung bergejolak. Dia tutup hidungnya dengan selimut. "Mas?" teriak Lova keras. "Sayang, kamu udah bangun?" Rey nongol di pintu kamar. Rambutnya berantakan, celemek warna kuning menyala melilit pinggangnya. Dia senyum lebar. "Aku lagi masak sup sayuran buat kamu. Katanya ibu hami

