55

891 Kata

Rumah orang tua Lova tidak terlalu jauh dari klinik, hanya sekitar dua puluh menit perjalanan. Tapi sepanjang jalan itu, Lova sibuk sendiri kadang senyum -senyum melihat foto USG, kadang ngelus perut, kadang tiba -tiba diem sambil tatapan kosong ke jendela. "Lagi mikirin apa?" tanya Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. "Lagi bayangin muka Mama waktu tau," jawab Lova sambil nyengir. "Bakalan nangis kayaknya," tebak Rey. "Pasti. Mama itu gampang nangis kalo udah urusan ginian." Lova ketawa kecil. "Papa juga pasti sok cool padahal sebenernya ikut terharu." Rey ikut senyum. "Sama kayak aku dong." "Iya, Mas. Persis kayak Mas Rey," ledek Lova sambil cubit lengan suaminya. "Aduh aku nyetir, Sayang." "Makanya jangan ngaku -ngaku nangis tadi di klinik." "Siapa yang nangis? Mataku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN