Pagi itu, Lova bangun lebih awal dari biasanya. Bukan karena alarm, tetapi karena nervous yang luar biasa. Hari ini adalah hari pertama mereka ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilannya. Rey sudah bangun lebih dulu dan sedang menyiapkan sarapan di dapur. Ia membuat roti panggang dengan selai strawberry kesukaan Lova dan segelas s**u hangat. "Sudah bangun, Calon Mama?" sapa Rey sambil tersenyum lebar saat melihat Lova keluar dari kamar. "Iya, Mas. Aku nervous banget," jawab Lova sambil duduk di kursi makan. "Tenang aja. Ini kan cuma pemeriksaan biasa. Lagipula aku ada di sampingmu," ucap Rey sambil meletakkan piring di depan Lova. Lova mengangguk kecil dan mulai menyantap sarapannya. Namun, perutnya terasa mual lagi. Aroma roti panggang yang biasanya menggiurkan, pagi ini just

