68. Kalimat Penenang

2206 Kata

“Aaaaak!” Bangun tidur, aku sudah menjerit tertahan. Berguling ke kanan dan ke kiri. Salah tingkah sendiri mengingat apa yang terjadi tadi malam. Padahal hanya cium pipi, tatapi kenapa efeknya sudah sedahsyat ini? Bagaimana dengan yang lain? “Aaaak!” aku menjerit lagi. “Bisa gila lama-lama!” Tentu saja, ini akan terasa sangat aneh untuk ukuran janda sepertiku. Bagaimana mungkin hanya cium pipi saja, tetapi terasa semenggetarkan ini? Dulu Mas Andra pernah cium kening dan pipi, tetapi rasanya sangat berbeda. Mas Andra melakukannya hanya demi formalitas di depan orang-orang dan di depan fotografer. Dulu aku memang merasa senang karena yang kutahu, itu ciuman sayang. Namun, tetap saja, aku tidak sampai merasa sesenang sekarang. Aku tahu, apa yang Mas Rivan lakukan tidak baik untuk ditiru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN