Malam ini aku akan bertemu Mas Sandy. Tentu saja, aku sudah izin Mas Rivan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dia pun mengiyakan, dengan syarat aku wajib share loc tempat bertemu. Dia bilang tidak akan menyusul. Namun, jika urgent, dia bisa datang. Jadi, anggap saja dia memberi ruang sekaligus tetap memantau dari jauh. Kali ini aku yang mengajak Mas Sandy, jadi aku yang menentukan tempatnya. Aku minta kami ketemu dia café yang pernah kami kunjungi sebelumnya. Karena menurutku, café itu paling aman untuk kami bertemu. Tempatnya yang ramai membuat suasana jadi lebih santai. Tidak terlalu serius. Mas Sandy sepertinya paham kalau malam ini aku akan memberinya jawaban atas pernyataannya. Ini sudah berlangsung lama sejak hari itu. Aku tidak menghitung tepatnya, tetapi sudah hampir sebulan. Ta