Aku tidak bisa berhenti tersenyum begitu mendengar kabar dari Mas Rivan. Aku tak menyangka kalau restu dari Pak Danu dan Bu Rara akan datang secepat ini, bahkan lebih cepat dari yang kubayangkan. Ternyata sinyal positif yang mereka berikan tidak main-main dan tidak pula hanya harapan semu belaka. Namun, aku juga tidak tahu apa saja yang telah Mas Rivan lakukan di belakang layar saat aku tidak ada. Bisa jadi dia berusaha lebih keras dari yang kutahu. Ya … apa pun itu, akhirnya perjuangan kami dalam meminta restu telah berhasil. Soal kapan orang tua Mas Rivan ke Jogja, sebenarnya boleh kapan saja. Lebih cepat lebih baik. Akan tetapi, di sini justru Mas Rivanlah yang menolak untuk cepat-cepat. Dia cukup tahu diri karena belum memintaku secara personal pada Ayah dan Ibuku. Ini agak lucu, me