Malam ini aku akan bertemu Iqbal di taman dekat rumahnya. Awalnya Iqbal bilang biar dia saja yang mengunjungiku, tetapi aku menolak. Aku memintanya untuk bertemu di luar saja agar lebih leluasa. Aku sudah memutuskan untuk memakai kalung darinya dan mengembalikan cincinnya. Aku tidak bisa menerima Iqbal dan aku ingin kami sahabatan saja sampai kapan pun. Tidak, alasannya bukan semata-mata karena Pak Davka. Oke, Pak Davka memang masuk dalam list alasan aku menolak Iqbal, tetapi selain itu ada beberapa alasan kuat lagi yang lebih membuatku yakin. Salah satunya, aku dan Iqbal akan memakan waktu lama sampai ke jenjang serius karena kami masih terlalu muda. Aku tahu, orang visioner seperti Iqbal tidak mungkin berani menikahi perempuan sebelum dia bisa menghasilkan uang sendiri dan dengan u