Malam ini menjadi malam yang dingin untuk Liana. Bagaimana tidak kalau setelah Bima memberesi pakaiannya ke almari, Bima menyibukkan diri dengan hp nya sembari duduk di sofa. Terlihat sekali kalau Bima sedang memainkan game online. Liana yang duduk di ranjang pun hanya berdecak kesal berkali-kali. Liana terlanjur candu dengan bibir Bima, Liana ingin melakukan hal-hal yang indah seperti malam kemarin dan malam-malam sebelumnya saat Bima dan dia menyatukan diri. “Huftt!” Liana menghembuskan napas dengan kencang berharap Bima akan peka. Namun Bima tetap asik dengan game onlinenya. Bukan maksud Bima menjauhi Liana, Bima hanya menjaga dirinya agar tidak kelepasan. Ini pun dia lakukan demi kebaikan Liana. “Kak Bima!” rengek Liana melempar bantalnya dengan asal. “Iya, Sayang?” tanya Bima