41. Kesepakatan Rahasia

1434 Kata

Udara di ruangan itu tiba-tiba terasa berat. Kirana merasa napasnya tertahan mendengar ancaman terselubung dari Sinta. Dia menatap Yudistira, mencari jawaban, tapi pria itu hanya berdiri diam, wajahnya dingin seperti batu. “Apa maksudmu?” tanya Kirana, berusaha suaranya tidak gemetar. Sinta mendekat, senyumnya masih mengembang tapi matanya tajam. “Maksudku, keluarga Kartanegara bukan main-main dengan reputasi. Jika ayah Yudistira sudah memutuskan untuk ‘membersihkan gangguan’, dia akan melakukannya tanpa ampun.” Yudistira akhirnya bersuara, suaranya rendah namun penuh wibawa. “Cukup, Sinta. Ini tidak ada hubungannya dengan Kirana.” “Oh, tentu saja ada,” bantah Sinta lembut. “Dia sudah menjadi bagian dari permainan ini, apakah dia mau atau tidak.” Dia memandang Kirana sekali lagi, kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN