40. Ancaman

1807 Kata

Dirga mengajak Sinta pulang bersamanya untuk menghadap Diwangga. Mereka harus melaporkan kegagalan mereka membawa Yudistira. “Dia tidak mau datang?” tanya Diwangga pada putranya, suara beratnya terdengar penuh kekecewaan. “Tidak, Pa. Dia bahkan mengusir kami dari apartemennya,” jawab Dirga, mencoba tetap sabar meski sudah menjelaskan berulang kali pada sang ayah. “Bisa aku konfirmasi, Sinta?” Diwangga menatap Sinta yang duduk diam di samping Dirga. Sinta mengangguk pelan. “Benar, Om. Yudis memang sedang tidak dalam mood yang baik. Mungkin ... ada baiknya kita beri dia waktu.” “Waktu? Acara makan malam dengan keluarga Vanessa sudah dijadwalkan malam ini!” sanggah Diwangga, wajahnya memerah. “Dia harus hadir. Ini bukan hanya urusan pribadi, tapi juga hubungan bisnis keluarga.” “Sinta s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN