43. Konfrontasi Kirana-Amira

1606 Kata

Kirana terdiam, merasa seperti ditampar oleh tuduhan Amira. Dadanya sesak, ingin membela diri, tapi kata-kata itu tertahan di kerongkongan. Sebelum dia bisa bicara, Yudistira sudah melangkah maju. “Jangan salahkan dia. Aku yang memintanya merahasiakan hubungan kami,” ujarnya dengan suara datar namun penuh wibawa. Amira memandang sinis ke arah mereka berdua, matanya menyala dengan campuran kemarahan dan kekecewaan. “Hubungan? Jadi ini memang benar? Kalian ... bersama?” Suaranya nyaris tercekik. “Kirana, bagaimana mungkin kamu melakukan ini padaku? Padahal kamu tahu siapa dia sebelumnya?” tanyanya seraya menunjuk ke arah Yudistira, mantan suaminya. Kirana mencoba menjawab, tapi air matanya sudah lebih dulu mengalir. “Mir—” “Jawab saja, Ran!” potong Amira dengan suara menggelegar. “Ayah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN