Bab 44

1114 Kata

Sirene polisi meraung semakin dekat. Dentuman pintu yang nyaris roboh tiba-tiba terhenti. Dari balik celah jendela yang sedikit terbuka, Elmira bisa melihat siluet bayangan berlari terbirit-b***t, suara langkah kaki tergesa menghilang di antara lorong gelap. “Sepertinya mereka kabur,” bisik Adit, suaranya masih tercekat. Namun Malik tak langsung tenang. Ia tetap berdiri tegak di depan pintu, besi panjang masih tergenggam di tangannya. Tubuhnya tegang, rahangnya mengeras. “Polisi ini… kita nggak bisa langsung percaya. Bisa jadi mereka orang suruhan Surya juga.” Rendra mendekat, matanya menyipit. “Kau benar. Kalau mereka benar-benar polisi resmi, mungkin mereka akan langsung mendobrak, bukan hanya lewat sirene.” Elmira menelan ludah, merasakan hawa dingin menjalar ke tulangnya. Dunia yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN