Bab 10 Cahaya matahari pagi menembus lembut dari celah tirai berwarna krem yang menjuntai hingga menyentuh lantai marmer. Di atas ranjang ukuran king yang dilapisi sprei satin abu muda, Elmira membuka matanya perlahan. Langit-langit kamar tinggi dengan lampu gantung kristal menyambut pandangannya. Beberapa detik, ia seperti lupa di mana berada. Lalu semua kembali seperti gelombang yang menabrak pantai. Ia kembali ke sini. Ke rumah mewah milik Malik. Ke hidup yang tak pernah benar-benar ia pilih. Ketukan pelan terdengar di pintu. Tok. Tok. Sebelum Elmira sempat menjawab, pintu terbuka sedikit, dan seorang pelayan muda perempuan muncul. Rambutnya disanggul rapi, wajahnya ramah namun menjaga jarak. Mengenakan seragam hitam-putih dengan celemek kecil di pinggang. “Selamat pagi, Nyonya

