Bab 9

1229 Kata

Pintu kaca restoran mewah itu terbuka perlahan, dan seketika seluruh ruangan seolah menarik napas bersamaan. Malik melangkah masuk dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Setelan hitamnya yang pas tubuh, rambut yang disisir rapi namun tetap terlihat alami, serta sorot mata tajamnya yang penuh misteri, semuanya menyatu menjadi pesona yang tak bisa diabaikan. Beberapa pasang mata menoleh, membisikkan kekaguman. Pelayan yang menyambut pun tampak gugup saat Malik melintasi lorong menuju area VIP. Di sudut ruangan yang diterangi cahaya lampu gantung lembut, Delphine sudah menunggu dengan segelas wine di tangannya. Gaun satin biru tua membalut tubuhnya, dan senyumnya langsung merekah begitu Malik mendekat. “Wow…” gumam Delphine, menatap Malik dari atas ke bawah. “Kau selalu datang seperti d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN